Menu Diet Ibu Menyusui

Menu Diet Ibu Menyusui

Kelahiran seorang bayi merupakan anugerah yang paling indah dari Maha Pencipta terutama bagi ibu. Setelah melalui perjuangan yang sangat berat pada periode kehamilan serta proses kelahiran, maka wajarlah bila sang ibu senantiasa ingin melihat bayi mereka tumbuh dengan sehat. Terlebih jika Anda memilih untuk menyusui anak Anda, tentunya ada tanggung jawab lebih dalam menjaga kesehatan bayi Anda karena apa yang anda makan senantiasa akan berpengaruh pada sang anak. Mengetahui lebih jauh tentang menu diet untuk ibu menyusui akan mendapatkan banyak manfaat.
Anda tak hanya melindungi diri Anda dari sumber makanan yang membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan Anda sendiri, dengan menuruti diet ini Anda telah turut serta dalam menjaga bayi Anda agar tetap sehat.

Banyak ibu yang baru melahirkan bertanya-tanya apakah menyusui akan mempengaruhi pola makan? Sebaiknya Anda tidak perlu melakukan perubahan besar dengan apa yang Anda makan atau minum ketika Anda menyusui, meskipun ada beberapa pertimbangan penting untuk diingat agar kesehata anda terhajaga. Beberapa ibu menyusui menginginkan berat badan yang kembali ke normal ketika menyusui tentu saja ini juga harus dipertimbangkan dengan gizi yang seimbang untuk menghasilkan kualitas ASI.

Pada artikel menu diet ibu menyusui akan membantu untuk ibu menyusui untuk tetap menjaga kesehatan, kualitas ASI dan membantu mencapai berat badan ideal. Pilihan menu diet seimbang untuk kesehatan merupakan solusi yang terbaik untuk ibu menyusui. Seperti apakah menu diet yang seimbang untuk ibu menyusui, di bawah ini akan dijelaskan menu diet ibu menyusui.
ASI merupakan sumber makanan pada bayi dari 0-6 bulan, salah satu keajaiban ASI adalah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi Anda bahkan ketika Anda sedang mengalami gangguan kesehatan. Namun, jika diet Anda terlalu rendah kalori atau bergantung pada satu kelompok makanan di mengesampingkan nilai gizi yang terdapat dari makanan lain, hal ini dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI.

Lantas adakah cara yang aman untuk menurunkan berat badan namun tetap dapat menyusui?
Nah berikut ini adalah beberapa tips yang bisa ibu coba!

  1. Tetaplah menyusui bayi sampai usia 2 tahun, karena tubuh ibu yang menyusui akan memproduksi hormon yang dapat membantu menurunkan berat badan dan mengembalikan bentuk tubuh secara alami. Ada beberapa penelitian yang mengatakan, dengan menyusui, tubuh membakar sekitar 300-500 kkal/hari. Ini setara dengan bersepeda selama 1 jam.
  2. Pilihlah jenis makanan dengan lebih banyak mengonsumsi sayur, buah, karbohidrat kompleks, lemakskim, dan sumber protein rendah lemak, serta cukup cairan. Contoh sususkim atau susu low fat, daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, tempe, maupun kacang-kacangan.
  3. Alangkah baiknya jika ibu menghndari makanan cepat saji (junk food), makanlah dalam porsi kecil dan sering (biasanya diberikan dalam 6 kali pemberian, dengan 3 kali makan utama berupa sarapan – makan siang – makan malam dan 3 kalisnack). Jangan melarikan rasa tegang atau stres pada makanan, namun alihkan dengan bermain bersama si kecil atau mengajak si kecil berjalan-jalan sehingga ikut menyumbang pembakaran kalori.

Nah itu dia ketiga tips diet aman yang bisa ibu menyusui lakukan. Dengan begitu ibu tetap bisa menurunkan berat badan tanpa mempengaruhi ASI untuk buah hati.

Makanan yang Dianjurkan

Beberapa jenis makanan yang dianjurkan, antara lain:


Hemat Pengeluaran BBM Anda Dengan Alat Penghemat BBM Revolusioner Terbukti BBM lebih Irit sampai dengan 30%!!!, mesin lebih halus dan bertenaga....
Minicon Penghemat BBM | Cara Kerja Minicon | Testimoni Minicon |

  • Buah-buahan. Minimal pada diet ibu menyusui terdapat konsumsi buah-buahan atau jus dua kali sehari. Jeruk merupakan sumber vitamin C yang dapat memasok energi atau jenis buah bluberi yang mengandung banyak vitamin dan mineral.
  • Kacang dan biji-bijian. Terutama pilih yang berwarna gelap seperti kacang merah, sebagai sumber protein nabati, sekaligus kaya zat besi.
  • Beras merah. Beras jenis ini dapat menyediakan kalori yang dibutuhkan tubuh, sekaligus mendukung produksi ASI yang baik dan berkualitas.
  • Produk susu rendah lemak. Misalnya, yoghurt, keju dan susu. Susu mengandung protein, kalsium, vitamin B dan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang bayi. Dengan minum susu minimal 600 cc per hari, kebutuhan kalsium Anda dan bayi Anda akan tercukupi.
  • Daging tanpa lemak. Kandungan zat besi, protein dan vitamin B12 di dalamnya dapat memenuhi energi yang dibutuhkan ibu pada masa menyusui.
  • Ikan salmon. Kaya kandungan lemak DHA yang sangat penting untuk pertumbuhan sistem saraf bayi, sekaligus sumber energi yang baik untuk ibu.
  • Telur. Sebagai salah satu sumber protein yang mudah ditemukan. Anda dapat merebus, menggoreng, mencampurkan dalam salad atau membuat orak-arik telur untuk menu Anda.
  • Roti gandum utuh atau sereal dari biji-bijian utuh. Kandungan asam folat merupakan nutrisi yang penting untuk kebutuhan produksi ASI. Produk ini juga tinggi kandungan serat dan zat besi.
  • Sayuran hijau. Kandungan vitamin A, vitamin C, zat besi dan kalsium di dalamnya sangat baik untuk bayi dan ibu menyusui. Selain itu, sayuran hijau juga kaya dengan antioksidan dan rendah kalori yang sangat baik untuk jantung.

Kebutuhan Kalori

Secara umum, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak kalori per hari, yaitu tambahan sekitar 400-500 kalori dibandingkan wanita yang tidak sedang menyusui. Hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah tiap wanita memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda berdasarkan kepada hal-hal berikut:

  • Berat badan
  • Metabolisme tubuh
  • Frekuensi bayi menyusu
  • Intensitas olahraga

Selain hitungan kalori, ibu menyusui dapat menjadikan rasa laparnya sebagai petunjuk seberapa banyak asupan makanan yang dibutuhkan.
Yang tak kalah penting untuk ibu menyusui adalah menjaga kebutuhan cairan tubuh terpenuhi. Cairan juga dapat diperoleh  dari susu atau jus. Namun, untuk minuman berkafein seperti kopi atau teh, batasi sekitar 2-3 cangkir per hari.

Berapa Berat Badan yang Boleh Diturunkan?

Ibu menyusui boleh menurunkan kelebihan berat badannya yang diperoleh selama kehamilan. Penurunan sekitar 0,5-1 kg per minggu tergolong aman terhadap  produksi air susu ibu (ASI).

Kombinasi pola makan sehat dengan olahraga yang moderat, dapat menurunkan berat badan ibu menyusui rata-rata 0,5 kg per minggu. Kedua hal tersebut lebih efektif dibandingkan diet rendah kalori saat dalam masa menyusui. Anda dapat meningkatkan intensitas olahraga terutama 6-8 minggu setelah melahirkan. Dengan cara-cara ini, Anda dapat menurunkan berat badan secara bertahap dalam waktu satu tahun dan ini jauh lebih aman bagi ibu menyusui. Karena penurunan jumlah asupan kalori dan berat badan  secara tiba-tiba dikhawatirkan akan berdampak kepada produksi ASI.

Memperhatikan saat tepat untuk memulai diet juga penting. Program untuk menurunkan berat badan bagi  ibu menyusui sebaiknya dimulai setelah bayi berusia dua bulan untuk menghindari kekurangan energi dan produksi ASI. Jika ibu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan waktu memulai proses penurunan berat badan lebih cepat.

Sebaiknya hindari diet ibu menyusui yang memangkas banyak kalori atau membuat berat badan turun dengan drastis, karena dapat memengaruhi produksi ASI. Terapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Jika perlu, konsultasi dengan dokter untuk diet yang sebaiknya Anda lakukan saat menyusui.


Hemat Pengeluaran BBM Anda Dengan Alat Penghemat BBM Revolusioner Terbukti BBM lebih Irit sampai dengan 30%!!!, mesin lebih halus dan bertenaga....
Minicon Penghemat BBM | Cara Kerja Minicon | Testimoni Minicon |



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*