Mengobati Hepatitis Secara Alami Menggunakan Ramuan Tradisional

Mengobati Hepatitis Secara Alami Menggunakan Ramuan Tradisional

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang hati, Penyakit ini tergolong sangat berbahaya dan mematikan. Kebanyakan penderita tidak merasakan gejala penyakit ini dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, hati terinfeksi oleh virus sehingga dapat menyebabkan kanker hati. Tanpa penanganan yang benar, hepatitis atau biasa disebut penyakit kuning dapat menyebabkan kematian. Diperlukan waktu lama untuk menyembuhkan hepatitis, perlu kesabaran dan do’a. Jangan putus asa, karena setiap penyakit dapat diobati. Berikut tips mengobati hepatitis secara alami menggunakan ramuan tradisional

Sumber asli: https://tradisioanal-obat.blogspot.co.id/2014/11/mengobati-hepatitis-secara-alami.html
Obat Alami Merupakan Website berisi Tips Kesehatan, Tips Kecantikan dan Gaya Hidup Sehat

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang hati, Penyakit ini tergolong sangat berbahaya dan mematikan. Kebanyakan penderita tidak merasakan gejala penyakit ini dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, hati terinfeksi oleh virus sehingga dapat menyebabkan kanker hati. Tanpa penanganan yang benar, hepatitis atau biasa disebut penyakit kuning dapat menyebabkan kematian. Diperlukan waktu lama untuk menyembuhkan hepatitis, perlu kesabaran dan do’a. Jangan putus asa, karena setiap penyakit dapat diobati. Berikut tips mengobati hepatitis secara alami menggunakan ramuan tradisional
 
 Mengobati Hepatitis Secara Alami Menggunakan Ramuan Tradisional
Hepatitis A
Hepatitis A adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah.
Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan ikterik (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya.
Hepatitis B
Hepatitis B adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan. Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati. Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.
Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan ikterik. Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak.
Hepatitis C
Hepatitis C menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis. Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.
Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.
Hepatitis D
Hepatitis D, juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis.
Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi). Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.
Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.
Hepatitis E
Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.
Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik.

Seiring dengan semakin majunya zaman, cara pengobatan suatu penyakit pun makin maju dan canggih. Namun, ternyata bukan hanya praktik pengobatan modern saja yang terus bergeliat karena rupanya pengobatan secara tradisional juga terus digalakkan. Begitu juga dengan teknik pengobatan penyakit hepatitis yang bukan hanya bisa dilakukan dengan cara-cara modern di rumah sakit atau klinik, namun juga bisa dengan cara tradisional dengan menggunakan obat-obatan berbahan alami.
Sebetulnya untuk mencegah supaya penyakit hepatitis tidak menyerang tubuh, cukup dengan menyuntikkan vaksinasi khusus hepatitis.


Hemat Pengeluaran BBM Anda Dengan Alat Penghemat BBM Revolusioner Terbukti BBM lebih Irit sampai dengan 30%!!!, mesin lebih halus dan bertenaga....
Minicon Penghemat BBM | Cara Kerja Minicon | Testimoni Minicon |

Namun, sekalipun kita sudah diberikan vaksin hepatitis, dalam beberapa kasus, masih saja ada orang yang terkena hepatitis karena berbagai faktor seperti tempat tinggal yang kotor/tidak terawat atau karena menjalankan pola hidup yang tidak sehat.

Virus hepatitis juga akan mudah menjangkiti orang-orang yang dalam kesehariannya akrab dengan alkohol, konsumsi bahan-bahan kimia, dan lainnya.

Jika sudah terkena virus hepatitis ini, apapun jenisnya—hepatitis A, B, C, E, dan lainnya—maka jangan sampai Anda biarkan karena akan terus berkembang sampai akhirnya merusak hati dan menyebabkan kematian.

Selain dengan pengobatan medis, hepatitis juga bisa disembuhkan dengan melakukan pengobatan tradisional. Tentu saja berbeda dengan melakukan pengobatan secara modern yang melibatkan obat-obatan kimia.

Beberapa Obat Hepatitis yang Alami adalah :

  1. Brotowali
    Ambillah 1 jari batang brotowali, dan 3 gelas air, serta 1 sendok makan madu murni. Kemudian cara membuat ramuan Obat Hepatitis yang Alami adalah potonglah batang brotowali setelah itu direbus dengan 3 gelas air sampai yang tersisa adalah 1 gelas saja. Jika sudah dingin, maka saringlah dan ditambahkan dengan 1 sendok madu murni. Minumlah ramuan ini 2 kali sehari, dan dosisnya adalah masing-masing setengah gelas.
  2. Bugenfil
    Ambillah 9-15 gram bugenfil yang sudah terlebih dahulu dikeringkan, kemudian 3 gelas air, dan 1 sendok makan madu murni. Cara membuatnya adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu, setelah itu potonglah batang bugenfil tipis-tipis, dan kemudian dimasukkan ke dalam panci email dan ditambahkan dengan 3 gelas air. Rebuslah sampai air yang tersisa adalah 1 gelas saja. Kemudian jika sudah dingin, saringlah. Minumlah Obat Hepatitis yang Alami ini dengan ditambahkan dengan madu murni. Air saringan diminum paling tidak adalah 2 kali dalam sehari, diminum di pagi dan sore hari dengan masing-masing dosisnya adalah setengah gelas.
  3. Daun pare
    Ambillah segenggam daun pare segar, secangkir air matang, dan juga garam secukupnya saja. Aturan pembuatannya adalah cucilah daun pare terlebih dahulu, kemudian dibilas dengan air matang. Setelah itu tumbuklah daun sampai halus dan ditambahkan dengan 1 cangkir air. Aduklah dengan merata dan ditambahkan sedikit garam. Kemudian saringlah ramuan Obat Hepatitis yang Alami itu minumlah di pagi hari serta diminum sebelum makan. Sebaiknya resep ini tidak diminum oleh ibu hamil karena akan berdampak terjadinya keguguran.
  4. Tomat
    Obat Hepatitis yang Alami dengan menggunakan dua buah tomat yang masak, gula pasir secukupnya saja. Cara membuat Obat Hepatitis yang Alami ini adalah dengan mencuci dan memotong buah tomat. Setelah itu di rebus dengan air secukupnya saja. Jika sudah mendidih, maka lumatkan dan digiling kemudian diperas. Air perasan tadi kemudian ditambahkan dengan gula kemudian diminum dengan dosis 2 kali sehari.
  5. Mengkudu
    Ambillah tiga buah mengkudu matang dan segenggam kulit mengkudu, selembar daun pisang, sepotong kain, cuka secukupnya saja. Aturan pembuatan adalah cucilah buah mengkudu dicuci dan kemudian diparut dan diperas dengan sepotong kain. Air perasan tadi diminum. Dan untuk penggunaan luar, maka ulit mengkudu ditumbuk sampai halus, setelah itu aduklah dengan sedikt cuka. Bungkus ramuan Obat Hepatitis yang Alami tadi dengan daun pisang. Kemudian dipanaskan sebentar diatas api atau juga langsung di kukus. Dan untuk kondisi yang hangat maka tempelkanlah bungkusan tersebut pada daerah perut bagian kanan atas, tempart dimana hati mengalami pembengkakan.

 

Pencegahan dan perawatan terhadap Hepatitis

  • Lakukan pola hidup sehat.
  • Cuci tangan anda sebelum makan.
  • Menjaga kebersihan tubuh
  • Istirahat cukup untuk melawan infeksi virus.
  • Hindari mengkonsumsi obat-obatan, karena hati butuh istirahat.
  • Menjaga kadar glikogen dalam hati dengan mengikuti diet yang tinggi hidrat arang seperti roti putih, umbi-umbian, nasi, dll.
  • Penuhi asupan protein, hindari lemak.
  • Perbanyak minum madu untuk membantu memperbaiki fungsi hati. Kurangi aktivitas yang mengeluarkan tenaga, perbanyak istirahat.

Tips pengobatan terhadap hepatitis di atas sangat efisien dan tidak memerlukan biaya mahal. Selamat mencoba…!!!

Pencegahan dan perawatan terhadap Hepatitis Lakukan pola hidup sehat. Cuci tangan anda sebelum makan. Menjaga kebersihan tubuh Istirahat cukup untuk melawan infeksi virus. Hindari mengkonsumsi obat-obatan, karena hati butuh istirahat. Menjaga kadar glikogen dalam hati dengan mengikuti diet yang tinggi hidrat arang seperti roti putih, umbi-umbian, nasi, dll. Penuhi asupan protein, hindari lemak. Perbanyak minum madu untuk membantu memperbaiki fungsi hati. Kurangi aktivitas yang mengeluarkan tenaga, perbanyak istirahat.

Sumber asli: https://tradisioanal-obat.blogspot.co.id/2014/11/mengobati-hepatitis-secara-alami.html
Obat Alami Merupakan Website berisi Tips Kesehatan, Tips Kecantikan dan Gaya Hidup Sehat


Hemat Pengeluaran BBM Anda Dengan Alat Penghemat BBM Revolusioner Terbukti BBM lebih Irit sampai dengan 30%!!!, mesin lebih halus dan bertenaga....
Minicon Penghemat BBM | Cara Kerja Minicon | Testimoni Minicon |



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*