makanan yang dapat meningkatkan kecerdasan otak

makanan yang dapat meningkatkan kecerdasan otak

Otak merupakan salah satu organ vital yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebagai pusat sistem saraf, otak berfungsi mengatur sebagian besar organ lain di tubuh Anda. Otak juga berkaitan erat dengan pemikiran dan kemampuan kognitif. Karena itulah, kesehatan otak harus dijaga agar tetap dapat bekerja secara optimal.

Selain menghindari stres dan cukup beristirahat, otak memerlukan asupan nutrisi yang cukup dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Nutrisi ini juga membantu meningkatkan kekuatan otak dan menghindari serangan berbagai penyakit.

Selain bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi otak, makanan-makanan tersebut juga membantu mencegah berbagai macam kondisi medis yang bisa mempengaruhi organ penting ini. Diet seimbang yang kaya akan nutrisi penting akan membuat otak berenergi dan tetap dalam kondisi sehat.

Berikut beberapa makanan untuk kecerdasan otak yang dapat Anda berikan kepada anak Anda:

Gandum murni
Sama seperti tubuh, otak memerlukan energi yang cukup agar dapat bekerja secara optimal. Energi ini dialirkan oleh darah ke otak dalam bentuk glukosa yang diperoleh dari karbohidrat. Agar asupan energi tetap terjaga sepanjang hari, pilih sumber karbohidrat kompleks yang lebih lambat dicerna oleh tubuh. Di antaranya seperti roti dari gandum utuh, oatmeal, dan beras merah. Gandum utuh juga memiliki indeks glikemik rendah sehingga kadar glukosa Anda lebih terkontrol.
Pentingnya energi untuk meningkatkan kekuatan otak ini dibuktikan oleh beberapa penelitian. Salah satunya penelitian dari Cueto dan Chinen, yang menunjukkan bahwa anak-anak sekolah yang tidak melewatkan sarapan mampu meraih nilai yang lebih tinggi dalam mengerjakan tes memori dan penyelesaian masalah.

Tingkatkan kekuatan otak melalui makanan

Ikan kaya omega-3
Asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA, diketahui sangat penting untuk perkembangan otak pada janin. Salah satu studi bahkan menunjukkan jika ibu hamil yang mengonsumsi omega-3 di trisemester ketiga kehamilannya berpeluang melahirkan bayi dengan kecerdasan kognitif lebih tinggi. Para peneliti berpendapat bahwa DHA diperlukan dalam tahap ini untuk membentuk neuoron pada otak.

DHA juga diyakini mampu menjaga kesehatan dan kekuatan otak pada orang dewasa. Penelitian dari Tufts University mengungkap bahwa mereka yang mengonsumsi ikan 3 kali seminggu dan memiliki DHA dalam kadar lebih tinggi di darahnya mengalami penurunan risiko terkena alzheimer hingga 39%.

Sayangnya, asam lemak esensial ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh dan harus didapatkan dari makanan. Sumber omega-3 yang baik misalnya ikan-ikan laut yang mengandung lemak tak jenuh seperti ikan kembung, salmon, tuna, sarden, makarel, herring, dan teri.

Kunyit
Kunyit mengandung antioksidan curcumin yang memiliki fungsi anti inflamasi. Penelitian menunjukkan bahwa curcumin membantu mencegah akumulasi beta amiloid yang mengganggu fungsi otak pada penderita alzhaimer. Curcumin juga diyakini dapat meningkatkan ingatan dan menstimulasi pembentukan sel baru pada otak.

Tomat
Karotenoid, zat pemberi warna merah pada tomat, diduga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan ingatan jangka panjang. Karotenoid yang paling menonjol adalah likopen yang banyak ditemukan pada kulit tomat. Salah satu zat yang termasuk antioksidan ini dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang menyebabkan demensia dan alzheimer.

Penelitian dari Finlandia yang dimuat di jurnal “Neurology” juga mengungkap jika likopen membantu melindungi otak dari serangan stroke. Pria dengan kadar likopen lebih tinggi pada darahnya memiliki kemungkinan terkena stroke 55% lebih rendah dari mereka yang kadar likopennya lebih rendah.

Vitamin B
Vitamin B6, B12, dan asam folat (B9) diketahui dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah. Tingginya kadar homosistein berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke, penurunan kemampuan kognitif, dan alzheimer. Penelitian yang dilakukan pada sekelompok pasien berusia lanjut menunjukkan adanya perbaikan ingatan setelah mengonsumsi vitamin B6, B12, dan asam folat dosis tinggi selama 2 tahun. Kerusakan sel otak yang dialami mereka juga lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan perawatan placebo atau pengobatan semu.

Sumber makanan yang kaya vitamin B6 misalnya gandum utuh, pisang, kacang-kacangan, atau daging. Asam folat dapat diperoleh dari bayam, alpukat, asparagus, dan kembang kol. Sedangkan vitamin B12 bisa didapatkan dari produk hewani seperti ikan, daging, susu, dan telur.


Hemat Pengeluaran BBM Anda Dengan Alat Penghemat BBM Revolusioner Terbukti BBM lebih Irit sampai dengan 30%!!!, mesin lebih halus dan bertenaga....
Minicon Penghemat BBM | Cara Kerja Minicon | Testimoni Minicon |

Cokelat
Penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol flavonoid pada cokelat berpotensi melindungi otak dari kerusakan akibat neurotoksin, menekan peradangan, meningkatkan ingatan, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif. Mereka yang meminum cokelat setiap hari selama 8 minggu memiliki kemampuan mengingat, kelancaran lisan, dan nilai tes kognitif yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Beberapa penelitian lain menunjukkan jika konsumsi makanan kaya polifenol secara teratur dapat mengurangi risiko terkena dementia dan alzheimer.

Bayam
Penelitian meperlihatkan bahwa kekurangan zat besi pada tingkat rendah dapat mempengaruhi kemampuan belajar, mengingat, dan memperhatikan. Mencukupi kadar zat besi dapat mengembalikan kemampuan otak. Zat besi ini dapat diperoleh dari sayuran berdaun gelap seperti bayam, kale, kacang panjang, serta kedelai. Bayam pun mengandung asam folat yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

Brokoli
Brokoli kaya akan vitamin K yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak. Vitamin K sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk menyerap dan mengingat instruksi verbal. Brokoli juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat melindungi sel otak dari kerusakan.

Brokoli pun mengandung kolin yang penting dalam pembentukan sel-sel baru pada otak. Salah satu studi mengungkap jika konsumsi kolin saat kehamilan dapat membantu anak meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat, serta mencegah penurunan ingatan terkait usia.

Blackcurrant
Penelitian di Selandia Baru menunjukkan bahwa blackcurrant membantu meningkatkan konsentrasi dan mengurangi kelelahan mental. Sebanyak 35 relawan diminta menyelesaikan tes selama 70 menit yang sengaja dirancang untuk membuat otak lelah. Hasilnya, mereka yang meminum ekstrak blackcurrant dapat mengerjakan soal dengan lebih akurat tanpa perlambatan, merasa lebih bisa berkonsentrasi, dan tidak terlalu lelah hika dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan perlakuan placebo.

Penelitian lain menunjukkan bahwa blackcurrant membantu menangkal kerusakan sel otak yang menyebabkan alzheimer. Belum diketahui faktor pasti yang menyebabkan hal ini, namun peneliti meyakini kandungan antosianin yang terdapat pada blackcurrant membantu melawan tekanan oksidatif yang merusak sel otak.

Kacang-kacangan
Salah satu penelitian yang diterbitkan “American Journal of Epidemiology” menunjukkan bahwa mencukupi kebutuhan vitamin E dapat membantu mencegah penurunan fungsi kognitif, terutama pada orang berusia lanjut. Kacang-kacangan merupakan sumber vitamin E yang baik selain sayuran berdaun hijau, asparagus, minyak zaitun, biji-bijian, telur, beras merah, dan gandum utuh.

Blueberry
Penelitian dari Reading University, Inggris, mengungkap bahwa antioksidan pada blueberry membantu menstimulasi aliran darah dan oksigen ke otak sehingga tetap segar dan konsentrasinya terjaga. Para relawan yang tidak mengonsumsi jus blueberry sebelum mengerjakan tes atensi bahkan mengalami penurunan performa sebanyak 15 hingga 20% setelah lima jam dibandingkan mereka yang meminumnya.

Sementara itu, penelitian dari Tufts University menunjukkan bahwa konsumsi blueberry dapat meningkatkan daya ingat dan mencegah kehilangan ingatan jangka pendek. Penelitian lain mengungkap bahwa blueberry membantu meningkatkan memori spasial pada tikus percobaan, sedangkan antioksidannya mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan gangguan pada ingatan jangka panjang.

Teh hijau
Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, teh hijau juga mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan kekuatan otak. Studi dari University of Basel yang dimuat dalam jurnal “Psychopharmacology” mengungkap jika konsumsi teh hijau dapat meningkatkan fungsi kognitif, terutama kemampuan mengingat.

Penelitian memperlihatkan bahwa mereka yang mengonsumsi teh hijau sebelum melakukan tes kognitif dapat mengerjakan soal lebih baik daripada mereka yang mendapat perlakuan placebo. Peneliti mengatakan jika teh hjau mampu meningkatkan sambungan sinaptik jangka pendek antar otak sehingga mereka dapat belajar lebih cepat.

Bit
Penelitian dari Wake Forest University menunjukkan bahwa bit dan sayuran umbi lain seperti wortel mampu meningkatkan kekuatan otak. Bit mengandung nitrit yang akan diubah menjadi nitrat oleh tubuh yang membantu meningkatkan suplai darah dan oksigen ke otak. Studi menunjukkan relawan berusia lanjut (70 tahun atau lebih) mengalami peningkatan performa setelah diberi jus bit secara teratur.

 Air putih
Setiap bagian tubuh kita memerlukan air untuk bekerja, tak terkecuali otak. Sekitar ¾ otak bahkan terdiri dari air. Penelitian di Ohio University mengungkap jika mereka yang menjaga tubuhnya tetap terhidrasi mampu meraih nilai yang lebih baik pada tes kognitif dibandingkan mereka yang kurang minum air. Selain air putih, Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh dari buah-buahan seperti semangka atau mentimun.

Demikian beberapa makanan yang bagus bagi kesehatan otak Kita. Meskipun demikian, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda, jika memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mungkin berkaitan dengan beberapa makanan diatas. 


Hemat Pengeluaran BBM Anda Dengan Alat Penghemat BBM Revolusioner Terbukti BBM lebih Irit sampai dengan 30%!!!, mesin lebih halus dan bertenaga....
Minicon Penghemat BBM | Cara Kerja Minicon | Testimoni Minicon |



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*